Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang lama telah kita ketahui
Apakah kau masih bicara selembut dahulu??
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membetulkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih lembah mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
Ketika kudekap kau dekap lebih mesra...
Lebih dekat...
Lampu lampu berkedipan di jakarta yang sepi
Kota kita berdua,yang tau dan terlena dalam mimpi
Kau dan aku berbicara tanpa kata,tanpa suara..
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita..
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi buram
Wajah wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi ini
Manisku,aku akan jalan terus membawa kenangan kenangan
dan harapan harapan bersama hidup yang begitu biru....