Kamis, 16 Februari 2012

And The Next Journey

16 Februari 2012..
00.20 WITA
Di tempat biasa aq melepas penat..
Tidur sejenak,tidur lama..
Layaknya lumba lumba di ruang tengah..
Di depan kipas angin..
Ditemani obrolan teman dalam kepenatan masing masing..
Dengan impian dan rencana masing masing seminggu ke depan..
Itulah perbedaannya..
Tpi kesamaannya,kita masing masing akan memulai sebuah petualangan baru..
Dengan tingkat kesulitan masing masing..



Bahagia dan bangga rasanya mempunyai keluarga baru lagi.Distribusi 27,dan OJT 27.Banyak suka duka dirasakan bersama selama 6 bulan.Latar belakang yang berbeda tidak membuat kita merasa bersaing satu sama lain,tapi saling melengkapi.Banyak pengalaman ketika mulai bertemu,banyak hal yang saling disharingkan,tapi ini bukan akhir dari segalanya seklai lagi,This is not the end of the trip, this is the beginning of another journey.Sudah saatnya mungkin kebersamaan ini diakhiri,walupun tidak seutuhnya karena banyak juga yang masih bisa bertemu tapi akan sulit bertemu dalam kondisi yang besar seperti sekarang,tapi saya yakin beberapa tahun mendatang kita semua akan bertemu lagi kawan kawan,dalam kondisi dan kesempatan yang lain.Bukan banyak kata yang bakal terucap tapi banyak kenangan yang tersimpan untuk melukiskan semuanya,tetap semngat kawan kawan semoga kita semua berhasil menghadapi rintangan berikutnya yang sudah di depan mata,inilah relita yang akan kita hadapi tanpa bisa menghindar,no excuse,willing sacrisfied and do the best kawan kawan,walaupun kita saling berjauhan tapi tetap 27 ada di hati.

Selamat jalan kawan kawan,saudaraku..
semoga kita sukses di tempat masing masing..
Ada pertemuan juga ada perpisahan..
Perspisahan fisik bukan halangan..
Tapi hati tetap 27...


This is not the end of the trip, this is the beginning of another journey .stop for a moment set a new breath of stepping and running again ...







^andanchivudist^

Sabtu, 11 Februari 2012

Pejalan Kaki


Pejalan Kaki

Menyusuri setiap jengkal demi jengkal
Jengkal tajam,tandus,berawa bahkan berair bah
Melewati setiap tapak demi tapak
Tapak dalam keremangan,terang bahkan tidak berbentuk

Mencoba melewati tanpa tahu di mana sang tapak dan jengkal berujung
Hanya sang waktu yang berteman baik dengan sang tapak dan jengkal di mana dia berujung
Sang waktu tak berujud tapi berasa
sang jengkal dan tapak berwujud tapi kadang tak terlihat

Melewati setiap fatamorgana di gurun tandus
Melewati setiap banjir di sengai deras
Hanya mencoba mencari tau siapa diri si pejalan kaki
Bukan juga siluet diri yang dicari

berjalan bukan tentang bagaiman kita mencapai tujuan
Tapi bagaiman kita berjalan dengan proses yang sesungguhnya
BUkan waktu,bukan tapak dan bukan jengkal yang dicari
Tapi di mana sang angin membawa kabar berita

Berjalan tanpa kenal sakit terasa di kaki
Berjlan tanpa kenal peluh menetes tanah
Itulah pejalan kaki
Memaknai hidup bukan hanya sebuah bualan
tapi itulah relita yang abadi

Wahai sang pejalan kaki
Hidup bukan hanya untuk berjalan..
Tapi bagaimana kita  bisa memaknai diri untuk berbuat dan bertindak
Merangkak,berjalan,berlari,itulah hidup wahai pejalan kaki



wisma banjar,banjarmasin,Kalsel
20.23 WITA
andanchivudist

Sabtu, 28 Januari 2012

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang lama telah kita ketahui
Apakah kau masih bicara selembut dahulu??
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membetulkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih lembah mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
Ketika kudekap kau dekap lebih mesra...
Lebih dekat...

Lampu lampu berkedipan di jakarta yang sepi
Kota kita berdua,yang tau dan terlena dalam mimpi
Kau dan aku berbicara tanpa kata,tanpa suara..
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita..

Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi buram
Wajah wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi ini

Manisku,aku akan jalan terus membawa kenangan kenangan
dan harapan harapan bersama hidup yang begitu biru....