...jadilah saja rumput, Tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan...
Sabtu, 11 Februari 2012
Pejalan Kaki
Pejalan Kaki
Menyusuri setiap jengkal demi jengkal
Jengkal tajam,tandus,berawa bahkan berair bah
Melewati setiap tapak demi tapak
Tapak dalam keremangan,terang bahkan tidak berbentuk
Mencoba melewati tanpa tahu di mana sang tapak dan jengkal berujung
Hanya sang waktu yang berteman baik dengan sang tapak dan jengkal di mana dia berujung
Sang waktu tak berujud tapi berasa
sang jengkal dan tapak berwujud tapi kadang tak terlihat
Melewati setiap fatamorgana di gurun tandus
Melewati setiap banjir di sengai deras
Hanya mencoba mencari tau siapa diri si pejalan kaki
Bukan juga siluet diri yang dicari
berjalan bukan tentang bagaiman kita mencapai tujuan
Tapi bagaiman kita berjalan dengan proses yang sesungguhnya
BUkan waktu,bukan tapak dan bukan jengkal yang dicari
Tapi di mana sang angin membawa kabar berita
Berjalan tanpa kenal sakit terasa di kaki
Berjlan tanpa kenal peluh menetes tanah
Itulah pejalan kaki
Memaknai hidup bukan hanya sebuah bualan
tapi itulah relita yang abadi
Wahai sang pejalan kaki
Hidup bukan hanya untuk berjalan..
Tapi bagaimana kita bisa memaknai diri untuk berbuat dan bertindak
Merangkak,berjalan,berlari,itulah hidup wahai pejalan kaki
wisma banjar,banjarmasin,Kalsel
20.23 WITA
andanchivudist
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar